Karakteristik Marmer Daerah Mata Wawatu dan Sanggula, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara

Anastasia Dewi Titisari, Muhammad Arba Azzaman

Abstract


Sulawesi Tenggara memiliki potensi marmer terbesar di Indonesia. Salah satu daerah potensi marmer di Sulawesi Tenggara adalah Mata Wawatu dan Sanggula, Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan. Namun belum ada penelitian rinci mengenai karakteristik marmer yang ada di daerah ini. Karakteristik marmer di daerah penelitian yaitu berwarna abu – abu dengan struktur non foliasi dan tekstur lensa atau augen texture. Secara petrografi, mineral penyusun marmer didominasi dengan ukuran kristal ≤ 0.1 – 1 mm, yaitu mineral kalsit, dolomit, kuarsa, hematit, dan mineral opak. Marmer daerah penelitian memberikan kenampakan tekstur yang bervariasi, yaitu tekstur subidioblastik dan xenoblastik (berdasarkan bentuk individu Kristal), tekstur kristaloblastik (berdasarkan ketahanan terhadap metamorfismenya), tekstur nematoblastik dan granuloblastik (berdasarkan bentuk mineralnya), dan saccaroidal texture dan mortar texture (berdasarkan tekstur khususnya). Sifat keteknikan marmer memberikan nilai yang bervariasi, di mana nilai kuat tekan sebesar 235.718 kg/cm2 – 389.338 kg/cm2, nilai ketahanan aus sebesar 0,0414 mm/menit – 0,0498 mm/menit, dan nilai serapan air sebesar 0,275 % - 0,763 %.  CaO merupakan senyawa yang paling melimpah pada marmer dengan kelimpahan 50,44 % - 55,90 %. Berdasarkan sifat keteknikannya, marmer di daerah penelitian dapat direkomendasikan sebagai batu hias / batu tempel. Berdasarkan spesifikasi senyawa oksida utamanya, marmer bagian timur laut daerah penelitian direkomendasikan untuk industri kertas, pewarna tekstil, penyaringan gula, dan produksi semen sedangkan marmer bagian barat daya daerah penelitian kurang dapat dimanfaatkan.

 

Southeast Sulawesi has the greatest marble potential in Indonesia. One of the marble potential areas in the Southeast Sulawesi is Mata Wawatu and Sanggula, North Moramo District of the South Konawe Regency. However, there is no detailed research on marble characteristics in this area. The marble characteristics in the study area are grey with non-foliation structures and lens texture or augen texture. Petrographically, constituent minerals of the marble are dominated by crystal size ≤ 0.1 - 1 mm which are calcite, dolomite, quartz, hematite, and opaque minerals. The research area's marble provides varied texture features, namely subidobobastic and xenoblastic textures (based on individual form crystals), crystalloblastic textures (based on resistance to metamorphism), nematoblastic and granuloblastic textures (based on their mineral form), and saccharoidal texture and mortar texture (based on texture in particular). The properties of marble engineering give varying values, where the compressive strength value is 235.718 kg / cm2 – 389.338 kg / cm2, the wear resistance value is 0.0414 mm / min - 0.0498 mm / min, and the water absorption value is 0.275% - 0.763%. CaO is the most abundant compound on marble with an abundance of 50.44 - 55.90 wt. %. Based on its engineering properties, marble in the research area can be recommended as an ornamental stone. Based on the specification of the main oxide compound, the northeastern marble of the research area are recommended for the paper industry, textile dyes, sugar screening, and cement production whereas the southwestern marble of the research area is less utilizable.


Keywords


Sulawesi Tenggara, Karakteristik Marmer, Rekomendasi Pemanfaatan Marmer

References


Abdullateef, J. O., Elueze, A. A., dan Ahmed, J. B., 2014. Geochemistry and Economic Potential of Marble from Obajana, North Central, Nigeria, Advances in Applied Science Research, 5, 146–151.

Adhi, R. N., Pujobroto, A., Gurusinga, C. K., Kuntjara, U., Sunuhadi, D. N., Kasbani, Sumarna, N., Sumaatmadja, E. R., Kusdarto, Zulfikar, Iskandar, Wahyuningsih, R., 2004. Sumber Daya dan Cadangan Nasional Mineral, Batubara, dan Panas Bumi Tahun 2003, Bandung: Direktorat Inventarisasi Sumber Daya Mineral.

Aditya, C., Halim, A. dan Silviana, 2016, Pemanfaatan Limbah Marmer dan Serbuk Silika pada Industri Bata Beton Pejal dan Berlubang, Seminar Nasional Inovasi dan Aplikasi Teknologi di Industri, Institut Teknologi Nasional Malang.

Amal, A.S. dan Saleh, C., 2015, Pemanfaatan Limbah Batu Marmer sebagai Pengganti Agregat Kasar pada Campuran Aspal Beton terhadap Karakteristik Marshall, E-Journal Universitas Muhammadiyah Malang, 13(2).

Hadyan, A., Setiawan, N. S., Budianta W., dan Alfyan M. F., 2015. Petrogenesis dan Sifat Keteknikan Marmer Jokotuo, Seminar Nasional Kebumian ke – 8, Yogyakarta, (616–628).

Haty, I. P., 2011. Pemanfaatan Batu Marmer Berdasarkan Analisa Kuat Tekan dan Serapan Air Daerah Teras Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung Provinsi Jawa Timur: Jurnal Ilmiah Magister Teknik Geologi (MTG) UPN Veteran Yogyakarta, 4(2).

Hunggurami, E., Lauata, M.F. dan Utomo, S., 2013, Pemanfaatan Limbah Serbuk Batu Marmer dari Gunung Batu Naitapan Kabupaten Timor Tengah Selatan pada Campuran Paving Block, Jurnal Teknik Sipil 2(1).

Istiqomah dan Kurnia, S., 2013. Pengaruh Limbah Marmer Sebagai Bahan Pengisi pada Beton, Konferensi Nasional Teknik Sipil 7, Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta.

Rollinson, H., 1993. Using Geochemical Data: Evaluation, Presentation, Interpretation, Singapore: Longman Singapore Publisher (Pte) Ltd.

Simandjuntak, T. O., Surono, dan Sukido, 1993. Peta Geologi Lembar Kolaka, Sulawesi, Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.

Surat Keputusan Menteri Perindustrian Republik Indonesia (MenPerIn), 1981. Pengesahan Standar Syarat Mutu dan Cara Uji Bahan Baku dan Hasil Industri Serta Penetapannya Sebagai Standar Industri Indonesia, Nomor: 39/M/SK/1/1981, tanggal: 27 Januari 1981, Jakarta, http://asialawreport. com/indonesia/perindustrian/1981-perindustrian/pengesahan-standar-syarat-mutu-dan-cara-uji/

Surono, 2013. Geologi Lengan Tenggara Sulawesi, Bandung: Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Suseno, T. dan Mulyani, E., 2012. Konsep Pengembangan Wilayah Sulawesi Tenggara Berbasis Komoditas Unggulan Sektor Pertambangan, Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara, 8 (3).

Titisari, A.D. dan Kurniawati, S., 2018, Genesa Marmer Daerah Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur Berdasarkan Karakteristiknya, Proceeding Seminas Nasional Kebumian ke – 11, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.14203/risetgeotam2019.v29.776

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 RISET Geologi dan Pertambangan

Copyright of Journal RISET Geologi dan  Pertambangan (e-ISSN 2354-6638 p-ISSN 0125-9849). Powered by OJS

  

Indexed by:

     

         

 

Plagiarism checker: