Limbah Batubara Sebagai Pembenah Tanah dan Sumber Nutrisi: Studi Kasus Tanaman Bunga Matahari (Helianthus Annuus)

Rhazista Noviardi

Abstract


Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pemanfaatan limbah batubara sebagai pembenah tanah dan sumber nutrisi bagi tanaman bunga matahari (Helianthus Annuus). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah rasio limbah batubara (% berat) yang terdiri dari 6 (enam) perlakuan yaitu 0, 10, 20, 30, 40 dan 50%. Faktor kedua adalah dosis kompos yang terdiri dari 3 (tiga) perlakuan yaitu 0, 400 dan 800 gram/pot. Kedua faktor tersebut dikombinasikan sehingga diperoleh 18 perlakuan dengan dua kali ulangan sehingga terdapat 36 pot percobaan. Pengaruh perbedaan perlakuan pada percobaan diuji dengan uji ANOVA pada taraf 5%. Untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan pada masing-masing faktor, dilakukan uji jarak berganda Duncan, pada taraf ketelitian 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan limbah batubara atau kompos pada tanah meningkatkan biomassa tanaman bunga matahari, namun bila keduanya dikombinasikan tidak berpengaruh terhadap biomassa tanaman. Penambahan limbah batubara 50% (% berat) atau kompos 800 g/pot menghasilkan biomassa tanaman bunga matahari  tertinggi yaitu masing-masing sebesar 0,16 kg dan 0,14 kg bk (berat kering).

Keywords


pembenah tanah, bunga matahari, kompos, limbah batubara, tanah.

Full Text:

PDF

References


Adriano, D. C., Page, A. L, Elseewi, A. A, Chang, A.C, dan Straugham, I., 1980. Utilization and disposal of fly-ash and coal residues in terrestrial ecosystem: A review. Journal Enviromental. Quality, 9, 333-344.

Badan Standarisasi Nasional, 2004. Spesifikasi Kompos dari Sampah Organik Domestik. SNI No. 19-7030-2004.

Bisnis Indonesia online, 2012. Ekspor Batubara Boleh Sepanjang Kebutuhan Domestik Terpenuhi. http://www.bisnis.com/articles. Diunduh pada 4 Juni 2012.

Damayanti, R., 2003. Pemanfaatan Abu Batubara Sebagai Bahan Pembenah Tanah atau Soil Conditioner di Daerah Penimbunan Tailing Pengolahan Emas. Puslitbang Teknologi Mineral dan Batubara, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.

Evangelou, V. P., 1996. Coal Ash Chemical Properties and Potential Influence on Water Quality. Proceedings of Coal Combustion By-Products Associated with Coal Mining: Interactive Forum. Southern Illinois University at Carbondale.

Hamilton, L. S. dan King, H. L. M. N., 1988. Daerah Aliran Sungai Hutan Tropika. Diterjemahkan oleh Krisnawati Suryanata. UGM Press. Yogyakarta.

Islami, T dan Utomo, W. H., 1995. Hubungan Tanah, Air dan Tanaman. IKIP Semarang Press

Marques A. P., Oliveira R. S., Rangel A. O., dan Castro P. M., 2008. Application of manure and compost to contaminated soils and its effect on zinc accumulation by Solanum nigrum inoculated with arbuscular mycorrhizal fungi. Enviromental Pollution, 151, 608-620.

Pramudya, A. S., 2007. Pengaruh Penambahan EDTA, Asam Humat dan Asam Fulvat dalam Fitoremediasi Tanah Terkontaminasi Logam Nikel, Arsen dan Merkuri oleh Bunga Matahari (Helianthus Annuus). Tesis Master (S2). Jurusan Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Bandung.

Rotkittikhun, P., Chaiyarat, R., Kruatreehue, M., Pokethitiyook, P., and Baker, A., 2007. Growth and lead accumulation by grasses Vetiveria zizanioides and Thysanola-enamaxima in lead-contaminated soil amended with pig manure and fertilizer: A glasshouse study. Chemosphere, 66, 45-53.

Pikiran Rakyat Online, 2012. Limbah Batu Bara di Jabar Meningkat. http://www.pikiran rakyat online.co.id. Diunduh pada 9 Januari 2012.

Sarief, S., 1984. Kesuburan dan Pemupukan Tanah Pertanian. Pustaka Buana. Bandung

Sutomo, A., dan Sofyan, A., 2008. Pemanfaatan Limbah Padat Hasil Pembakaran Batubara untuk Beton Keramik. Prosiding Lokakarya Peran Litbang Bidang Kebumian Bagi Pembangunan Daerah Jawa Barat Selatan. UPT. Jampang Kulon- LIPI.

Suyartono, 2004. Hidup dengan Batubara, Dari Kebijakan Hingga Pemanfaatan. Edisi Kedua. Yayasan Media Bakti Tambang. Mutiara Bumi, Jakarta

Thivahary, V., 2004. Fly ash-A potential soil amendment for increasing crop yields. Daily News, 17 Februari 2004. (http://www.dailynews.lk/2004/02/17/fea0. html, diunduh pada 20 Februari 2013).

Tripathy S., Bhattacharyya P., Chakrabdorty A., Chakrabarti and Powell M. A., 2006. Copper and Zinc Uptake by Rice and Accumulation in Soil Amended with Municipal Solid Waste Compost. Environmental Geology, 49 (7), 1064-1070.

Wardani, S. P. R., 2008. Pemanfaatan Limbah Batubara (Fly ash) Untuk Stabilisasi Tanah Maupun Keperluan Teknik Sipil Lainnya Dalam Mengurangi Pencemaran Lingkungan. Pidato Pengukuhan Guru Besar. Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Semarang.

Wong, J. W. C. dan Su, D.C., 1997. Reutilization Of Coal Ash And Sewage Sludge As An Artificial Soil Mix: Effect of Pre-Incubation on Soil Physico-Chemical Properties. Bioresource Technology, Vol. 59, 97-102.




DOI: http://dx.doi.org/10.14203/risetgeotam2013.v23.70

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2014 Jurnal RISET Geologi dan Pertambangan

Copyright of Journal RISET Geologi dan  Pertambangan (e-ISSN 2354-6638 p-ISSN 0125-9849). Powered by OJS

  

Indexed by:

     

         

 

Plagiarism checker: