SISTEM PANASBUMI DAERAH BLAWAN, JAWA TIMUR BERDASARKAN SURVEI MAGNETOTELURIK

Cinantya Nirmala Dewi, Sukir Maryanto, Arief Rachmansyah

Abstract


Penelitian dengan menggunakan metode magnetotelurik telah dilaksanakan di daerah potensi panasbumi Blawan, Bondowoso, Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sistem panasbumi di daerah penelitian berdasarkan nilai resistivitasnya. Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah Metronix ADU-07e yang mengukur 3 komponen medan magnet (𝐻π‘₯, 𝐻𝑦 dan 𝐻𝑧 ) dan 2 komponen medan listrik (𝐸π‘₯ dan 𝐸𝑦). Pengambilan data magnetotelurik dilakukan di 19 titik, dengan jarak antar titik pengukuran sepanjang 250 m hingga 1200 m. Data yang didapatkan berupa nilai resistivitas semu dan fase dalam domain frekuensi dengan rentang 0,01 Hz hingga 10.000 Hz. Seluruh titik pengambilan data dibagi menjadi 4 profil inversi 2D. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa sistem panasbumi pada daerah penelitian tersusun atas zona lapisan penudung (≀32 𝛺.m), zona reservoar (>32𝛺.m - ≀512 𝛺.m), dan zona sumber panas (>512 𝛺.m). Selain itu, berdasarkan hasil pemodelan juga teridentifikasi adanya beberapa patahan yang mendukung sistem panasbumi Blawan.

Β 

A research using magnetotelluric method have been done in Blawan geothermal field, Bondowoso, East Java. This research done to identify the geothermal system of research area based on its resistivity value. Magnetotelluric measurement done in 19 point with spaces 250 m up to 1200 m each other. The tools used in this research is Metronix ADU-07e that measure three components of the magnetic field (𝐻π‘₯, 𝐻𝑦 dan 𝐻𝑧 ) and two components of the electric field (𝐸π‘₯ dan 𝐸𝑦). Data obtained in the form of an apparent resistivity and phase value in the frequency domain in the range of 0,01 Hz to 10.000 Hz. All of measurement points are divided into four 2D modeling profile. The results of 2D modeling indicate that the geothermal system in the research area consists of caprock zone (≀32 Ξ©.m), reservoir zone (>32 Ξ©.m - ≀512 Ξ©.m), and a heat source zone (>512 Ξ©.m). Beside that, based on the modeling result it also identified the presence of several faults that support Blawan geothermal system.


Keywords


panasbumi, magnetotelurik, resistivitas, Blawan

Full Text:

PDF

References


Afandi, A., Maryanto, S., dan Rachmansyah, A., 2013. Identifikasi reservoar daerah panasbumi dengan metode geomagnetik daerah Blawan, Kecamatan Sempol, Kabupaten Bondowoso. Neutrino, 6(1), 1-10.

Asaue, H., Koike, K., Yoshinaga, T., dan Takakura, S., 2005. Magnetotelluric resistivity modeling for 3D characterization geothermal reservoir in the western side of Mt. Aso, SW Japan. Journal of Applied Geophysics, 58, 296-312.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana., 2010. Peta Topografi Kabupaten Bondowoso (Topography Map of Bondowoso District), Lembar (Sheet) ID-O11-250K, Skala (Scale) 1:250.000 pada ukuran A1. Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Jakarta.

Bai, D., Meju, M.A., dan Liao, Z., 2001. Magnetotelluric images of deep crustal structure of the Rehai geothermal field near Tengchong, Southern China. Geophys. J. Int, 147, 677– 687.

Barcelona, H., Favetto, A., Peri, V.G., Pomposiello, C., dan Ungarelli, C., 2012. The potential of audiomagnetotellurics in the study of geothermal fields: a case study from the northern segment of the La Candelaria Range, Northwestern Argentina. Journal of Applied Geophysics, 88, 83–93.

Broto, S dan Putranto, T.T., 2011. Aplikasi metode geomagnet dalam eksplorasi panasbumi. Jurnal Teknik, 32(1), 79-87.

Delmelle, P dan Bernard, A., 1994. Geochemistry, mineralogy, and chemical modeling of the acid crater lake of Kawah-Ijen Volcano, Indonesia. Geochimica and Cosmochimica Acta, 58(11), 2445-2460.

Gianni, V., Manzella, A., dan Fiordelisi, A., 2003. Investigation of geothermal structures by magnetotellurics (MT): An example from the Mt. Amiata Area, Italy. Geothermics, 32, 131– 145.

Karlina, I., Maryanto, S., dan Rachmansyah, A., 2013. Sebaran mataair panas Blawan-Ijen berdasarkan data geolistrik resistivitas. Natural B, 2(2), 164-171.

Kasbani., 2009. Tipe sistem panasbumi di Indonesia dan estimasi potensi energinya. Program Penelitian Panasbumi. Buletin Badan Geologi. 4(2), 64-73.

Patricia, P.L., Emanuele, F.T., Berthold, K., dan Sergio, L.F., 2002. Magnetotelluric studies of the Caldas Novas geothermal reservoir, Brazil. Journal of Applied Geophysics, 49, 33– 46.

Raehanayati, Rachmansyah, A., dan Maryanto, S., 2013. Studi potensi energi geothermal Blawan – Ijen, Jawa Timur berdasarkan metode gravity. Neutrino, 6(1), 31-39.

Simpson, F dan Bahr, K., 2005. Practical Magnetotellurics, Cambridge University Press, Cambridge, pp. 1-2.

Sukhyar, R., Gurusinga, C.K.K., Kasbani, Widodo, S., Munandar, A., Dahlan, Hadi, M.N., Risdianto, D., Rezky, Y., Wibowo, A.E., Permana, L.A., Setyawan, D.I., Wahyuningsih, R., 2014. Potensi dan Pengembangan Sumber Daya Panasbumi Indonesia, Pusat Sumber Daya Geologi, Bandung, p. 118.

Uchida, T., dan Murakami, Y., 1989. Geothermal reservoir and its resistivity structure. Geophysics Exploration, 42, 458– 468.

Unsworth, M.J., 1999. Magnetotelluric, McGraw Hill, New York, pp. 240-242.

Ussher, G., Harvey, C., Johnstone, R., dan Anderson, E., 2000. Understanding resistivities observed in geothermal systems. Proceedings World Geothermal Congress. Mei 28 – Juni 10, 2000, Kyushu-Tohoku, Japan, pp. 1915–1920.

Wirakusumah, A. D., Abdurahman, O., dan Kurnia, A., 2013. Hubungan tektonik dan potensi panasbumi di Indonesia. Majalah Geologi Populer GeoMagz, 3(3), 64-67.

Zaennudin, A., Wahyudin, Deden, Surmayadi, Mamay, Kusdinar, E., 2012. Prakiraan bahaya letusan Gunungapi Ijen Jawa Timur. Lingkungan dan Bencana Geologi, 3(2), 109-132.




DOI: http://dx.doi.org/10.14203/risetgeotam2015.v25.262

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2015 Jurnal RISET Geologi dan Pertambangan

Copyright of Journal RISET Geologi dan Β Pertambangan (e-ISSN 2354-6638Β p-ISSN 0125-9849). Powered by OJS

Β Β 

Indexed by:

Β  Β 

Β  Β Β 

Β 

Plagiarism checker by:

Β 

Β 

Β