KARAKTERISASI PANAS BUMI DIWAK DAN DEREKAN DAN IDENTIFIKASI SESAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE AUDIOMAGNETOTELLURIK

Elvera Yuanita, Udi Harmoko, Nugroho Dwi Hananto, Lina Handayani

Abstract


ABSTRAK Survei audio-magnetotelurik dilakukan pada bulan September 2013 di area panas bumi Diwak dan Derekan dengan tujuan untuk mengidentifikasi sumber panas, reservoir dan cap rock. Pengukuran dilakukan dengan alat Stratagem pada frekuensi 1Hz-100 kHz, di 17 titik dalam 3 lintasan. Data yang diperoleh antara lain adalah resistivitas semu, fase, dan koherensi sebagai fungsi dari frekuensi yang diolah dengan menggunakan perangkat lunak WinGLink.  Karakterisasi panas bumi meliputi sistem cap rock dengan nilai resistivitas 0-10 Ωm dimana daerah ini merupakan zona konduktivitas. Selanjutnya daerah reservoar diduga dengan memiliki nilai resistivitas dengan rentang 50-500 Ωm dengan kedalaman sekitar 500 m. Sumber panas yang berada  dalam sistem panas bumi nilai ini memiliki resistivitas > 500 Ωm, dengan kedalaman sekitar 1,5 km. Selain itu, dari model ketiga lintasan tersebut dapat ditarik garis struktur sesar yang berarah barat daya-timur laut. Sesar ini dapat merupakan penyebab munculnya manifestasi Diwak dan Derekan.

ABSTRACT An Audio-Magnetotellurics (AMT) survey was carried out in September 2013, in the Diwak and Derekan geothermal fields. The purpose  of the survey was to locate the heat source, reservoir, and cap rock of the geothermal system. Measurements were carried out by Stratagem with frequency range from 1 HZ to 100 kHz, at 17 stations in 3 lines. The data obtained from the field were apparent resistivities, phase differences, and coherences as a function of frequency. The data then were processed using WinGLink software package. Characterizations of geothermal systems include the cap rock with a resistivity of 0-10Ωm where the area is a zone of conductivity. Then, the suspected reservoir area has a resistivity value with a range of 50-500 Ωm with a depth of about 500 m. The heat source might be in the area of resistivity values of more than 500Ωm at a depth of about 1.5 km. Based on the sub surface modeling from 3 lines of measurements, there is a possible southwest-northwest  fault lineament that might cause the Diwak and Derekan manifestation.


Keywords


Audiomagnetotelurik, resistivitas, panas bumi, Ungaran.

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.14203/risetgeotam2015.v25.131

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2015 Jurnal RISET Geologi dan Pertambangan

Copyright of Journal RISET Geologi dan  Pertambangan (e-ISSN 2354-6638 p-ISSN 0125-9849). Powered by OJS

  

Indexed by:

   

    

 

Plagiarism checker by: